Tiket Pesawat Murah Tersedia Tiga Hari Seminggu Dimulai Kamis Ini

Tiket Pesawat Murah Tersedia Tiga Hari Seminggu Dimulai Kamis Ini – Pemerintah memastikan penurunan harga tiket pesawat berbiaya rendah atau low cost carrier (LCC) untuk rute domestik tertentu dan jadwal tertentu segera direalisasikan mulai Kamis (11/7/2019).

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono menjelaskan, penyediaan tiket murah baru bisa dilakukan pada tanggal tersebut dikarenakan perlu adanya penyesuaian terlebih dahulu dalam sistem di tiap maskapai.

“Kita akan mulai efektif (menyediakan tiket murah) sejak hari Kamis, 11 Juli 2019. Karena untuk penyesuaian di sistem butuh 2-3 hari,” ujarnya di Gedung Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Dia menjelaskan, dua maskapai LCC yakni Citilink dan Lion Air akan menyediakan tiket murah tersebut pada waktu tertentu yaitu setiap hari Selasa, Kamis dan Sabtu, pada pukul 10.00-14.00 sesuai dengan waktu lokasi penerbangan. Ketentuan ini hanya berlaku untuk rute domestik yang menggunakan armada pesawat jet.

“Penurunan tarif sebesar 50% dari tarif batas atas (TBA) LCC. Untuk alokasi seat sebesar 30% dari total kapasitas pesawat,” jelasnya.

Tiket Pesawat Murah Tersedia Tiga Hari Seminggu Dimulai Kamis Ini

Aturan mengenai penyediaan tiket murah ini akan terus berlangsung ke depannya. Pemerintah melalui koordinasi antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara akan menjadi pengawas langsung aturan ini.

“Kami dari Ditjen Perhubungan Udara sesuai dengan tugas pokok kami akan melakukan pengawasan terhadap kebijakan tadi penyediaan penerbangan murah di hari-hari tertentu,” tandas Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub Polana Pramesti.

Sementara itu, Menteri Koordinator bidang Perekonomian, Darmin Nasution membeberkan alasan tidak dilibatkannya maskapai AirAsia dalam penurunan harga tiket ini. Dia beralasan, tarif AirAsia saat ini masih jauh lebih murah dibandingkan Lion Air dan Citilink.

“Dia memang klaimnya tidak sebanyak Citilink maupun Lion. Tapi dia itu sudah di bawah 50%. Jadi nggak ada gunanya diikutkan,” ujarnya.

Meski demikian, pemerintah tidak lantas lepas tangan. Darmin menegaskan akan tetap mengawasi maskapai asal Malaysia itu agar tetap memberikan tarif di bawah 50% dari TBA.

 

Baca juga berita lain kami yang menarik di iniokezone.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *