Sosok Pelaku Penembakan Selandia Baru

  Sosok Pelaku Penembakan                    Selandia Baru

SOSOK PELAKU PENEMBAKAN SELANDIA BARU – Brenron tarrant pelaku penembakan di masjid selandia baru menggambarkan dirinya sendiri sebagai orang kulit putih. Sebelum dikenala sebagai pelaku penembakan. Tarrant adalah seorang instruktur gym di perdesaan australia,

Tarrant tumbuh di kota kecil di grafton bagian utara new south wales pemilik gym. Trace grey menggambarkan tarrant sebagai sosok yang rajin bekerja, namun tarrant terlihat berubah usah perjalanan di eropa dan asia. Beberapa yang diunggah nya di media sosial adalah perjalanan ke pakistan dan korea utara,

Di suatu tempat sebuah pengalaman dan kelompok sudah menguasai dirinya. Spekulasi gray didukung oleh adanya manifesto tarrant yang penuh kebencian, kalimat –  kalimat yang oenuh kebencian ini juga diunggah ke media sosial jelang tragedi penembakan di CHRITCHURCH.

Dalam manifesto 74 halaman nya dia mengatakan pertama kali mulai mempertimbangkan serangan pada april dan mei 2017 saat bepergian ke prancis dan tempat lain di eropa barat.

Di sana dia juga menyebut bahwa dia terkejut dengan invasi imigran di kota – kota di prancis. Selain itu dia juga merasa putus asa saat melihat pemilihan presiden prancis karena melihat sentris pro-eropa emmanuel macron.

Dalam sketsa biografi singkat yang ada dalam menifestonya, dia menggambarkan diri sebagai orang kulit putih biasa yang lahir di sutralia dari kelas pekerja dan lahir dari keluarga berpenghasilan rendah.

Menurut laporan media, ayah nya meninggal karena kanker pada tahun 2010 dan gray mengungkapkan bahwa dia yakin tarrant punya ibu dan saudara perempuan yang tinggal di grafton.

Ditulis dalam bahasa inggris dan bahasa eropa timur ada banyak nama – nama tokoh militer bersejarah. Beberapa orang bahkan ambil bagian dalam perang salib berabad – abad lalu.

Manifestonya mengatakan bahwa dia mengambil inspirasinya dari pada ekstremis sayap kanan lainnya. Termasuk pembunuhan rasis norwegia anders behring breivik, sosok tersebut pernah membunuh 77 orang di norwegia pada 2011 karena kebenciannya terhadap multikulturalisme.

JANGAN LUPA BACA YANG LAIN NYA DI INIOKEZONE

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *