Dua Minggu Sabu Dengan Total 108 Juta Diamankan di Mojokerto

Dua Minggu Sabu Dengan Total 108 Juta Diamankan di Mojokerto

Peredaran narkotika jenis Sabu di wilayah Mojokerto semakin mengkhawatirkan. Terbukti selama 2 minggu terakhir, polisi berhasil mengamankan 12 pengedar dan bandar sabu. Dari sejumlah penangkapan ini petugas berhasil menyita sabu dengan total Rp 108 juta.

Belasan tersangka ini ditangkap kepolisian dalam rentang waktu 1-13 Januari 2019. Para pengedar dan bandar sabu ini menjalankan aksinya tersebar di 8 Kecamatan. Mulai dari kecamatan Trawas, Kutorejo, Dlanggu, Gondang, Mojoanyar, Trowulan, Pungging, dan juga Jatirejo.

“Selama dua pekan terakhir ini peredaran narkoba khususnya jenis Sabu semakin ironis dan tragis. Karena hampir disemua wilayah kecamatan berhasil kami ungkap. Ini menandakan sinyal merah di Kabupaten Mojokerto,” ucap AKBP Setyo Koes Heriyatno, selaku Kapolres Mojokerto, saat dijumpai wartawan di kantornya, Jalan Gajahmada, Mojosari, Kamis(17/1).

Setyo melanjutkan, dari 12 terangka yang diamankan, 2 diantaranya berperan sebagai bandar sabu. Mereka bernama Abdul Rosid (37) warga desa Tobubang, Geger, Bangkalan, dan Syaiful Bahri (33) warga Desa Prancak, Sepulu, Bangkalan.

Kedua bandar sabu ini diamankan di Desa Ketapanrame, Kecamatan Trawas, Minggu (13/1). Dari penangkapan ini polisi mengamankan sabu dengan total 83,26 gram.

“Dari 12 tersangka ini, total sabu yang berhasil kami amankan sebanyak 90,39 gram. 2 orang merupakan bandar, yang lain sebagai pengedar dengan barang bukti paket hemat sabu,” jelas Setyo.

Puluhan gram sabu ini jika dirupiahkan terbilang fantastis. Dengan dihitung harga per gramnya Rp 1,2 juta, maka sabu sebanyak 90,39 gram ini bernilai total Rp 108 juta.

Peredaran sabu di Kabupaten Mojokerto, tambah Setyo, harus diwaspadai oleh semua kalangan. Selain sudah menyebar di semua kecamatan, pihaknya menduga adanya bandar besar yang bersarang di wilayah hukumnya.

“Mojokerto menjadi sasaran, menjadi save place yang selama ini tidak ada gangguan. Sekarang gantian kita yang ganggu mereka,” ucapnya.

Bandar sabu asal Bangkalan Abdul Rosid mengatakan, Sabu seberat 83,26 gram itu didapatkannya dari seorang pemasok yang bernama Iput, asal Ketapang, Sampang. ” Per gramnya saya mendapatkan imbalan sebesar Rp 100rb,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *