Anies Bangun Saringan Sampah Mirip Dengan Bendungan Untuk Cegah Banjir

Cegah Banjir Anies Bangun Saringan Sampah Mirip Dengan Bendungan

Anies Baswedan Selaku Gubernur DKI mengatakan Jakarta yang dilewati 13 aliran sungai alami menjadi salah satu penyebab yang membuat Jakarta rawan banjir. Terdapat sebanyak 30 titik daerah yang rawan banjir di Jakarta.

Untuk mencegah bencana Banjir, Anies menambahkan, tahun depan sungai di Jakarta akan dibangun sejenis bendungan yang berfungsi dalam menyaring sampah.

“Terkait dengan aliran ini kami menerima banyak sekali limpahan-limpahan sisa. Jadi kemarin itu saya sudah menyiapkan, tahun depan kita akan membangun saringan-saringan besar seperti bendungan guna menyaring sampah sehingga sampah ini tidak masuk ke dalam kota,” ucap Aniessetelah selesai apel kesiapsiagaan menghadapi musim hujan di Polda Meteo Jaya, di Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Jum’at(16/11).

Anies menambahkan, bendungan ini berfungsi menyaring sampah sehingaa tidak menumpuk di pintu-pintu air. Sampah yang terbawa oleh aliran sungai harusnya disaring karena ini dapat berpotensi merusak bangunan dan juga lingkungan yang berada di sekitar sungai.

Anies juga menambahkan, dalam waktu yang dekat akan memperlihatkan gerakan naturalisasi sungai.

“Yang kedua mengenai gerakan masif untuk drainase vertikal, nantinya kita akan menunjukkan ini beberapa waktu lagi. Yang ketiga tentunya kita mengharapkan penyelesaian secepatnya terkait pembuatan kolam-kolam retensi waduk di sekitar hulu. Sehingga volume air yang mengalir ke hilir menjadi terkendali,” jelasAnies.

Anies menambahkan, 30 titik banjir yang dikatakan didapatkan dari data daerah yang rutin terkena dampak banjir setiap tahunnya. Diluar dari 30 titik rawan ini, Aniesmenambahkan kebersihan saluran air juga harus diutamakan.

Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta sudah memetakan 30 titik yang rawan banjir. Anies menambahkan Anies menambahkan Pemprov DKI sudah mempersiapkan 450 pompa. Pihaknya juga sudah menggerakkan 1400 relawan yang terverifikasi untuk melaporkan banjir. Laporan yang masuk ke Jakarta Smart City memang sudah banyak, namun hal ini susah terverikasi tanpa adanya bantuan dari relawan.

“Ada sebanyak lebih dari 450 pompa. Dan dari laporan yang sudah diterima, semua pompa ini dalam kondisi yang siap dan digunakan dengan baik,” ucapAnies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin(12/11).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *