Motif Pembunuh Supir Grab Di Tanggerang Karena Ingin Memiliki Mobil

Motif Pembunuh Supir Grab Di Tanggerang Karena Ingin Memiliki Mobil

Satreskrim Polres Kota Tanggerang berhasil mengamankan dua pelaku dari total 3 orang pembunuh supir Grab bernama Jap Son Tauw(68). 

Supir Grab ini ditemukan sudah meregang nyawa di Sungai Cilacap, Kampung Pangondokan Cemara. Kelurahan Kutabumi, Kecamatan Pasarkemis, Kabupaten Tangerang pada hari Rabu (7/11). 

Ketiga pembunuh ini berinisial REH, RLP, dan FF. 

FF yang masih berusia 17 tahun diamankan di daerah Sunter, Tanjung Priuk, Jakarta Utara pada hari Jum’at(9/11). 

Menurut penjelasan dari Kapolres Kota Tanggerang, Kombes Pol Sabilul Alif, satu tersangka lainnya sudah diamankan pagi hari tadi yang berinisial REP. 

“Kami mendapatkan informasi bahwa pagi hari tadi sudah diamankan seorang pelaku lainnya di Banjarnegara yang sebelumnya sudah menjadi buronan dengan inisial REH. ” Jelas Sabilul di Mapolres Kota Tanggerang, Kabupaten Tanggerang, Senin(12/11). 

Motif dari peristiwa pembunuhan ini yaitu Sabilul pelaku remaja ini sangat ingin mempunyai sebuah kendaraan beroda empat. 

“Motifnya dia ingin mempunyai kendaraan bermotor dalam hal ini yaitu jenis mobil. Juga didukung dengan adanya penampung kendaraan yang sudah siap,” ucap Sabilul. 

Sabilul menambahkan timnya akan secepatnya memburu satu pelaku lainnya yang saat ini sedang dilakukan proses pengejaran yakni RLP. 

Dikesempatan yang sama, Tri Sukma Anreianno yang merupakan Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Grab Indonesia mengucapkan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas kejadian yang menimpa mitra mereka. 

“Pihak Grab dari awal sudah melakukan komunikasi secara langsung dengan pihak keluarga. Jadi sudah disampaikan kepada pihak keluarga terkait dengan hak-hak korban dan sudah ter-cover atas hak biaya asuransi keselamatan Jiwa.” Ucap pria yang akrab dipanggil dengan sebutan Nanu itu. 

Atas perbuatan pelaku, saat ini FF dan REP harus rela mendekam di hotel prodeo Polres Kota Tangerang. Untuk dilakukan pendalaman kasus yang menimpa korban bernama Jap Son Tauw (68). 

Mereka dijerat dengan pasal 340 KUHP terkait pembunuhan yang direncanakan dengan ancaman hukuman penjara paling lama kurungan seumur hidup. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *