Taiwan Berikan Bantuan USD 500.000 Untuk Palu dan Donggala

Taiwan Berikan Bantuan USD 500.000 Untuk Palu dan Donggala

Bantuan Dana sebesar USD 500.000 diberikan Taipei Economic and Trade Office(TETO)  untuk para korban bencana gempa dan tsunami di Sulawesi Tengah. Bantuan ini diserahkan ke pihak Palang Merah Indonesia (PMI).

Penyerahan dana bantuan ini diberikan dari Kepala Perwakilan Taipei and Trade Office Indonesia, John C. Chen. Donasi ini diserahkan ke Ginandjar Kartasasmita selaku PLH Ketua Umum PMI di Kantor PMI Pusat, Jl. Gatot Subroto, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (11/10).

John juga menyampaikan ucapan bela sungkawanya atas gempa dan tsunami yang terjadi di Palu dan Donggala. Dia berharap agar semua korban bencana ini dapat beraktivitas kembali seperti sedia kala.

“Bencana gempa dan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah sudah menimbulkan luka yang sangat mendalam baik berupa korban jiwa maupun berupa materi. Oleh karena itu, pemerintah dan rakyat Taiwan melakukan kerja sama dengan PMI dalam memberikan bantuan dana sebesar USD 500.000. Kami berharap melalui pihak PMI ini semoga bantuanini dapat berguna dalam meringankan beban para korban bencana. Dan semoga mereka dapat secepatnya beraktivitas kembali seperti sedia kala,” jelas John dalam penyambutannya.

Sebelum bekerja sama dengan pihak PMI, John mengatakan Pemerintah Taiwan juga sudah memberikan bantuanmelalui Majelis Ulama Indonesia dengan jumlah uang yang sama yaitu sebesar USD 500.000.

Sementara itu, Ginandjar menyambut dengan baik bantuanyang diberikan dari pemerintahan Taiwan. Dirinya menambahkan akan segera mengalokasikan dana-dana yang sudah terkumpul di PMI untuk para korban bencana di Sulawesi Tengah.

Kami sangat merasa bahagia Bantuan dari Dalam dan Luar Negeri

“Kami sangat merasa bahagia selain dari masyarakat Indonesia yang dananya sudah terkumpul sebesar Rp 10,8 miliar. Juga dari masyarakat luar negeri berempati juga kepada kita. Penggunaan dananya bagaimana, akan kita rencanakan. Sejumlah tim kami ada yang berada di Palu dan akan melakukan pengecekan apa saja yang lebih dibutuhkan saat ini,” ucap Ginandjar.

Ginandjar menjamin selain menyerahkan bantuan berupa logistik dan alat medis, PMI juga akan berusaha dalam mencari anggota keluarga korban hilang yang belum ditemukan.

“Yang paling dibutuhkan itu adalah makanan, tempat tinggal sementara, selimut, air bersih ataupun air minum dan juga pengobatan. Setelah itu langkah kita yaitu mempertemukan orang yang hilang dari keluarganya. Tak lupa juga kami memberikan dukungan sosial kepada semua masyarakat,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *