Terungkap Penyelewengan 60 Ribu Ton Gula Industri Ke Konsumen

Terungkap Penyelewengan 60 Ribu Ton Gula Industri Ke Konsumen

Badan Reserse Kriminal Mabes Polri berhasil membongkar upaya patgulipat penyalahgunaan izin edar gula rafinasi dari pabrik gula rafinasi(gula industri) di Cilegon. Izin edar yang seharusnya hanya mendapatkan 6 ribu ton diubah menjadi 60 ribu ton. Selain melakukan pelanggaran terkait kuota izin edar, polisi juga mendapatkan adanya gula kristal rafinasi yang seharusnya dipergunakan untuk industri makanan dan minuman namun dijual bebas ke masyarakat.

Terkait dengan kasus ini, polisi menangkap seorang tersangka dengan inisial KPW selaku pihak yang mendistribusikan gula ini ke pasaran. Tersangka ini bekerja sama dengan TW dari PT PDSU dan ES dari PT MT. Namun, sampai sekarang polisi hanya menetapkan satu tersangka.

“Sudah mengamankan satu orang tersangka yang melakukan mark up atau melakukan pemalsuan dari yang seharusnya 6 ribu izin yang didapatkan, diubah kuotanya menjadi 60 ribu,” ucap Kombes Daniel Tahimonang Silitonga, selaku Wadir Tipideksus Breskrim Polri daat melakukan jumpa pers di tempat, Cilegon, Kamis(20/9).

Gula rafinasi yang disalahgunakan izin peredarannya itu sudah dijual di beberapa daerah seperti Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Dari PT PDSU, polisi menyita gula rafinasi yang siap dikirim sebanyak 340 ton, lalu ada juga di Jatim dan Jateng sebanyak 100 ton.

“Yang berhasil kami amankan disini yang belum terkirim ada sekitar 340 ton, di Jawa juga berhasil kami amankan sekitar 100 ton yang sudah berada di toko-toko ataupun di warung dan di tempat penjualannya,” jelasnya.

Daniel menambahkan, modus operandi yang dilakukan oleh tersangka yaitu memasulkan surat izin kuota yang seharusnya hanya 6ribu ton dibuat menjadi 60 ribu ton. Kuota ini pun dipenuhi oleh importir yang melakukan kerja sama dengan tersangka.

Sampai saat ini, polisi baru menetapkan satu orang tersangka

“Oleh karena itu diberikanlah dari pihak pabrik namun malah disalahgunakan bukannya ke industri-industri melainkan diedarkan ke konsumen-konsumen,” ucapnya.

Sampai saat ini, polisi baru menetapkan satu orang tersangka. Tim dari Kepolisian bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan terus melakukan penyelidikan untuk memburu para tersangka lainnya.

“Nanti akan kami beritahukan terkait itu(tersangka lainnya) masih kita lakukan penyelidikan lebih lanjut. Kita mendapatkan indikasi tersangka lain dari tersangka yang kita tahan ini, ‘saya tidak bergerak sendiri saya dapat seperti ini’, ” ucapnya.

Akibat dari peristiwa penyelewengan peruntukan gula rafinasi ini. Harga gula di pasaran menjadi tidak terkendali. Akibatnya, petani tebu pun menjerit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *