Adit Pelaku Begal Yang Hilangkan Nyawa Shanda Terancam Hukuman Mati

Adit Pelaku Begal Yang Hilangkan Nyawa Shanda Terancam Hukuman Mati

Yonas Aditya alias Adit (26), salah seorang pelaku dari 2 begal yang hidupnya terancam dengan hukuman mati. Adit mengakibatkan seorang Mahasiswa Bandung bernama Shanda Putri Denata (23) meninggal saat dia melancarkan aksi begalnya.

“Satu pelaku ini kemungkinan terancam hukuman mati atau 20 tahun penjara atau hukuman seumur hidup penjara.” Ucap Kombes Umar Surya Fana selaku Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat, melalui pesan singkat, Kamis(6/9).

Hukuman ini mengikuti dengan pasal yang diberikan kepada Adit. Polisi menjerat Adit dengan Pasal 365 ayat 4 KUHPidana Tentang Pencurian yang disertai Kekerasan.

“Diancam dengan pidana mati atau pidana seumur hidup ataupun selama waktu tertentu yang paling lama 20 tahun. Jika perbuatan yang dilakukan mengakibatkan terjadinya luka berat ataupun sebabkan hilangnya nyawa yang dilakukan oleh dua orang ataupun lebih dengan bersekutu,” ucap Umar membacakan isi pasal itu.

Dalam kasus begal yang terjadi terhadap Mahasiswa STT Tekstil Bandung itu, Adit berperan sebagai Joki. Dia mengendarai sepeda motor Matic membonceng partnernya Aminatus Solihis alias Amin (24).

Amin Yang Melawan , Terpaksa Polisi Mengeluarkan Tembakan dan Meninggal

Kejadiannya pada hari Kamis(30/8) subuh, Amin dan Adit berkeliling sekitar kota Bandung unruk mencari ‘mangsa’. Beberapa waktu kemudian merekapun menemukan Shanda dengan rekannya EA(23) yang saat itu baru pulang setelah makan bakso di sebuah warung di Jalan Cihampelas, Bandung.

Adit yang melihat Shanda ‘buruan nikmat’ langsung saja mendekatkan motornya. Setelah lumayan dekat, Amin lalu merampas tas yang dipegang oleh Shanda. Saat rebutan ini, motor yang dikendarai oleh EA terjatuh. Lalu kepala Shanda terbentur dengan aspal jalan. Diapun mengalami luka sangat parah, dan dibawa ke IGD RS Borromeus. Dirinya tidak sadarkan diri selama seharian. Shanda akhirnya menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit.

Adit dan Amin yang menyadari Shanda jatuh lansung saja pergi. Sampai akhirnya polisi berhasil menemukan keberadaan Amin dan Adit. Dari penjelasan Amin, polisi kemudian menemukan Adit yang berada di Rancamanyar, Bandung.

Adit yang terpergok, sempat berusaha untuk melarikan diri dan dia melawan polisi, begitupun dengan Amin. Terpaksa polisi menggunakan senjata dan menembak Amin didada yang mengakibatkan meninggal dunia, kemudian Adit yang tertembak di bagian betis kaki kirinya.

Saat ini Adit sudah menjalani proses hukuman.”Saat ini tersangka(Adit) sudah ditahan di rutan Polda Jabar,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *