Ratusan Buruh Lakukan Aksi Demo di PT Semen Jawa Sukabumi

Ratusan Buruh Lakukan Aksi Demo di PT Semen Jawa Sukabumi

Ratusan Buruh yang berasal dari Federasi kehutanan, Perkayuan, Pertanian dan Perkebunan, Industri Umum, dan Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia ( F Hukatan KSBSI) mendatangi PT Semen Jawa (Group SCG), Selasa (7/8).

Kedatangan mereka untuk menuntut kepada pihak perusahaan untuk melunasi tunggakan BPJS Karyawan mereka. Selain itu, mereka juga meminta kepada se jumlah Warga Negara Asing (WNA) di perusahaan itu untuk dilakukan depostasi karena di anggap mereka menduduki jabatan yang tidak sesuai dengan peraturan ketenagarkerjaan nomor 1 tahun 2007 dan PP No 78 tahun 2015.

“Ada tenaga kerja yang mengalami kecelakaan kerja dan harus menanggung biaya pengobatan nya sendiri dengan jumlah mencapai 20 jutaan. Herannya alasan dari BPJS Ketenagakerjaan hal ini dikarenakan perusahaaan menunggak pembayaran BPJS,” ucap Nendar Supriatna, selaku koordinator aksi.

Nendar menambahkan, perusahaan penunggak BPJS merupakan perusahaan yang berstatus rekanan dengan PT Semen Jawa yaitu PT Nadira Kencana Persada (NKP). “Perusahaan yang menyediakan jasa outsourching tidak profesional. Hal ini sudah sering dibahas dan kami suarakan namun sama sekali tidak dilakukan perubahan,” ucapnya.

Berdasarkan pengamatan, massa sempat terpecah menjadi dua.  Sebagian massa mendatangi kantor PT NKP yang jaraknya berdekatan, mereka kemudian melakukan “penyegelan” di pintu masuk ke wilayah perusahaan. Untungnya aksi ini tidak berlangsung lama, sejumlah petugas kepolisian segera melepas segel yang dibuat oleh massa.

“Kami kemudian meminta , sejumlah WNA yang bekerja di PT SCG untuk dikembalikan ke negaranya. Karena diketahui mereka menduduki jabatan yang tidak sesuai dengan peraturan. Dari menteri ketenagakerjaan nomor 40 tahun 2012 tentang larangan jabatan tertentu diisi expatriate,” jelas Nendar.

Dengan tidak adanya tanggapan dari PT SCG, sejumlah massa lalu melakukan aksi teatrikal, dengan menyertakan tiga orang yang dimasukkan ke dalam kerangkeng sambil membentangkan sebuah spanduk.

Massa juga mengancam akan terus melakukan aksi demontrasi selama 24 jam apabila pihak perusahaan tidak mempertemukan mereka dengan presiden direktur PT SCG.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *