Seorang Supir di Kanada Dipecat, Karena Cipratkan Air Ke Pejalan Kaki

Seorang Supir di Kanada Dipecat, Karena Cipratkan Air Ke Pejalan Kaki

Seorang supir minibus di kota Ottawa, Kanada, diberhentikan setelah dirinya terekam sebanyak berulang kali mencipratkan genangan air yang ada di jalanan terhadap pejalan kaki.

Dalam kirimannya di facebook, perusahaan kontraktor Black & McDonald mengatakan bahwa supir tersebut ” tidak dipekerjakan lagi” setelah video yang dilakukannya tersebar dan menjadi viral di Media sosial, sebagaimana yang dilaporkan dari CBC.

Video rekaman yang berdurasi selama 45 detik yang terekam dari bagian belakang mobil memperlihatkan pengemudi itu dengan sengaja membelokkan mobilnya ke arah trotoar jalan ketika hujan dengan tujuan membasahi pejalan kaki, sekurangnya sudah 3kali. Di akhir video, terlihat dengan jelas logo perusahaan di bagian kendaraan.

Video itu sudah ditonton sebanyak lebih dari 750,000 kali dan perusahaan Black& McDonald meminta maaf atas kejadian yang dilakukan oleh supir mereka melalui akun facebooknya.

“Kami memohon maaf kepada semua orang yang menjadi korban dalam peristiwa belakangan ini yang terjadi di Ottawa. Yang melibatkan salah seorang pengemudi van kami. Ini murni peristiwa tunggal dan pengemudi van itu sudah kami berhentikan dan tidak bekerja lagi di perusahaan kami.”

Salah seorang juru bicara juga mengatakan bahwa perusahaan sudah melakukan kerjasama dengan kepolisian atas peristiwa ini.

Kasus sudah ditutup.
Berdasarkan informasi dari surat kabar Ottawa Sun, pengemudi tersebut tidak akan menerima hukuman pidana. Kepolisian mengatakan bahwa pemecatan dari pekerjaannya sudah menjadi hukuman yang cukup.

“Kami menggangap kasus sudah sudah selesai dan ditutup,” ucap Sersan Mark Gatien kepada media.”Kami merasa hukuman yang didapatkan oleh pengemudi ini sudah cukup menjadi pelajaran untuknya, pembaca dan semua masyarakat.”

Respon yang cepat dari pihak perusahaan Black & McDonald menjadi pujian di media sosial.

Salah seorang pekerja kontruksi yang sedang menggangur marah, dikarenakan tidak adanya rasa hormat yang diperlihatkan oleh pengemudi ini.

“Mereka tidak akan membayar anda untuk dapat menggunakan kendaraan itu sebagai bentuk dalam meredam emosi para pejalan kaki,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *