Rizky Dimakamkan Setelah Dijenguk Guru Spiritual Gubernur Kalteng

Rizky Dimakamkan Setelah Dijenguk Guru Spiritual Gubernur Kalteng

Dewa Rizky Achmad (19), yang dipercaya oleh keluarga mengalami mati suri akibat dipatuk oleh seekor ular king cobra. Akhirnya dimakamkan siang hari tadi. Keluarga sudah mengikhlaskan kematiannya setelah seorang guru spiritual datang mengecek.

Informasi ini disampaikan dari Agatisansyah, selaku Ketua Lembaga Swadaya Rakyat Laskar Pembela Masyarakat Tertindas (LSR LPMT) Kalimantan Tengah ketika dihubungi, Kamis(12/7). Dirinya dari awal sudah ikut dalam menangani kasus ini, dikarenakan Ayahnya Rizky adalah salah satu anggota ormas.

Agatis mengungkapkan, pihak keluarga yakin bahwa Rizky ini mengalami mati suri. Sejak pertama dinyatakan meninggal dari pihak RSUD Doris Sylbanus di hari senin (9/7) banyak pawang ular dan orang pintar yang datang untuk menghidupkan Rizky.

Dikarenakan belum adanya hasil, hari Rabu (11/7) malam, datanglah seorang guru spiritual untuk mendoakan Rizky. Keesokan harinya, Kamis(12/7) sekitar jam 04.00 WIB, Rizky pun dinyatakan meninggal dunia oleh pihak keluarga.

“Jadi, malam harinya datang guru spiritual Pak Gubernur Kalteng, Aad Khan. Ini juga dari saran Pak Gubernur untuk datang kerumah duka, dan dibacakan doa. Setelah itu dirinya mengatakan kita tunggu sampai besok pagi. Jika memang sudah kaku, artinya sudah meninggal.” ternyata keesokan harinya tubuh Rizky sudah kaku sehingga pagi hari dia dimakamkan,”jelas Agatis.

Agatis mengatakan guru spiritual ini juga mengatakan bahwa Rizky ini sudah meninggal sesuai dengan perkataan rumah sakit

Agatis mengatakan guru spiritual ini juga mengatakan bahwa Rizky ini sudah meninggal sesuai dengan perkataan rumah sakit. Namun guna menghormati pihak keluarga yang percaya bahwa Rizky mati suri. Diapun mengatakan Rizky dimakamkan jika jasadnya sudah kaku.

Jasad RIzky, sebelumnya memang kelihatan masih hangat. Tubuhnya tidak kaku, dan tidak memiliki bau, sebagaimana orang yang sudah meninggal. Namun dirinya meyakini bahwa ini merupakan efek dari bisa ular ataupun serum antibisa ular yang digunakan oleh pihak RSUD Doris Sylvanus.

“Pada hari senin sampai kamis, memang jenazah Rizky tidak terlihat mengalami pembusukan sama sekali. Tidak ada tercium aroma bau. Saat ada orang datang melihat, saya bertanya ‘Apakah ada aroma tidak sedap? semua menjawab tidak ada. Jam 4 pagi tadi dinyatakan sudah meninggal, dan Jasad Rizky juga sudah kaku,” ucapnya.

Suasana saat pemakaman jasad Rizky berlangsung haru. Ibu dan ayahnya menangis, begitu juga dengan ayah kandung RIzky, yang barusan sampai dari Banjarmasin.

“Terkait dengan biaya pengobatannya di rumah sakit, Pak Gubernurlah yang membiayainya. Ditanggung oleh pemerintah, Rizky dan keluarganya adalah orang yang kurang mampu. Dan Rizky ini adalah tulang punggung di keluarganya. Selama ini dia melakukan atraksi ular untuk membiayai kehidupan keluarganya,” ucapnya.

Rizky terkena patukan ular king cobra peliharaanya di car free day (CFD) Bundaran Besar Palangka Raya hari Minggu (8/7). Kemudian dirinya dibawa ke RSUD Doris Sylvanus dan dinyatakan meninggal dunia hari Senin (9/7) sekitar jam 08.30 WIB.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *