Seorang PNS di Aceh Menerima Hukuman Penjara 6 Tahun, Akibat Sebar Isu SARA Di Facebook

Seorang PNS di Aceh Menerima Hukuman Penjara 6 Tahun, Akibat Sebar Isu SARA Di Facebook

Polisi mengamankan seorang oknum PNS di Lhokseumawe dengan inisial BU (48) karena melakukan sebaran ujaran kebencian yang berkaitan dengan SARA di akun media sosial Facebooknya.

“Kami mendapatkan akun Facebook yang menuliskan ujaran kebencian. Kami lakukan penyelidikan dan menangkap pemilik akun.” ucap AKBP Ari Lasta Irawan, selaku Kapolres Lhokseumwe, dalam konferensi pers yang diadakan di Mapolres, Selasa(15/5).

Ari mengatakan ujaran kebencian yang dibuat oleh pelaku ini ditujukan untuk Polri dan Pemerintah. Salah satu ujarannya berbunyi :

Banyak manusia bajingan keparat di Indonesia kalau orang Islam dibunuh diam tersenyum.

Timdik III Tipidter Satuan Reskrim Polres Lhokseumawe, yang sedang melakukan patroli siber di media sosial. Menemukan akun FB pelaku yang menuliskan ucapan berisikan penyebaran informasi yang bertujuan untuk mendatangkan rasa kebencian dan permusuhan individu ataupun kelompok yang berisikan SARA.

“Setelah berhasil mendapatkan akun ini. Kami lakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap saksi ahli, setelah penyelidikan ternyata semua ini mengarah ke tindak pidana. Pelakunya adalah seorang oknum PNS yang bertugas di Pemkot Lhokseumawe,” ucap Ari.

Ternyata dirinya sudah melakukan penyebaran isu SARA ini sejak Januari 2017

Petugas kemudian menemui pelaku ini dan akun facebook tersebut adalah benar miliknya setelah kita lakukan klarifikasi. Pelaku ini ternyata bukan baru-baru saja mengpost ujaran kebencian ini. Ternyata dirinya sudah melakukan penyebaran yang berisikan isu SARA ini sejak Januari 2017 sampai sekarang.

Setelah ditangkap, pelaku saat ini telah diamankan di ruang tahanan Polres Lhokseumawe. Sementara itu barang bukti yang berhasil disita yaitu hasil print out screen shoot tulisan yang yang menyebabkan rasa kebencian / permusuhan antar individu /pun kelompok masyarakat dari akun Facebooknya.

“Akibat perbuatannya dia dijerat dengan UU ITE dengan ancaman 6 tahun kurungan penjara,’ ucap Ari.

Dia mengatakan ujaran yang ditujukan kepada pihak kepolisian dan pemerintah ini untuk kebaikan juga di masa depan.

“Saya melakukan hal ini juga bertujuan untuk kebaikan, sehingga nantinya ada perubahan yang menjadi lebih baik kedepannya. Terakhir kali saya melakukan postingan di Facebook pagi hari tadi,” Ucap BU.

“Iya memang benar, kedua akun Facebook itu adalah punya saja, saya juga bekerja di pemerintahan,” tutup BU.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *