Pengerebekan Rumah Mewah Milik Pengoplos Miras Maut Dilakukan

Pengerebekan Rumah Mewah Milik Pengoplos Miras Maut Dilakukan

Polisi melakukan pengerebekan terhadap rumah mewah yang diduga merupakan milik penjual miras oplosan. Miras oplosan ini telah menewaskan 41 orang yang berasal dari Kabupaten Bandung.

Pengerebekan ini dilakukan oleh pihak Polres dan Polda Jabar yang diketuai oleh AKBP Indra Hermawan selaku Kapolres Bandung. Sementara diluar rumah, Polisi dan TNI melakukan penjagaan.

Rumah mewah yang berwarna abu-abu, cream dan berpagar besi dengan warna putih i ni beralamat di jl Raya Bandung-Gatut, Kampung Bojongasih 03/08, Desa Cicalengka Wetan, Bandung.

Menurut informasi dari warga sekitar, polisi mendatangi rumah ini sekitar jam 11.30 WIB. Sampai sekarang petugas masih melakukan pengerebekan.

“Pernah berjumpa dengan pemilik rumah tapi tidak ingat lagi namanya. Mereka suka keluar rumah hanya sekedar untuk menyiram tanaman. Nama panggilan dia ‘abang’ ” ,ucap Panji (18) salah seorang montir bengkel yang tinggal di samping rumah mewah ini.

Ia menambahkan, rumah mewah ini dibangun sekitar dua tahun yang lalu. “Duluan bengkel ini daripada rumah mewah itu, rumah itu dibangun sekitar 2 tahun yang lalu,” Ungkapnya.

Panji juga mengetahui pemilik rumah itu suka menjual miras “Saya tahu dia penjual miras, kiosnya yang digerebek petugas, di hari Minggu,”Jelas Panji

Diketahui sebelumnya sebanyak korban miras ini bertambah menjadi 41 orang. Puluhan korban tewas ini berasal dari 3 rumah sakit yang ada di kabupaten Bandung. Sebanyak 155 pasien datang ke 3 rumah sakit yaitu RSUD Majalaya, RSUD Cicalengka, dan RS AMC Cileunyi.

Suparan (52) warga lainnya, membenarkan bahwa rumah itu adalah milik, pemilik kios miras yang yang digerebek polisi beberapa hari yang lalu.

“Memang benar rumah ini merupakan pemilik toko yang sudah digerebek oleh polisi. Sudah 3 hari rumahnya gelap tanpa lampu. Walaupun rumah kami dekat, namanya saja kami tidak tau,”Ucap Suparan.

Suparan menambahkan, semua warga merasa resah dengan adanya kehadiran kios miras ini. “Warga resah, tapi tidak bisa berbuat apapun. Bukan orang sini, namun orang sebrang. Ada juga korbannya dari kampung Kebun Suuk satu warga. Semoga saja kasus ini dapat secepatnya diselesaikan oleh pihak kepolisian.” Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *