Dedi Mulyadi Ingin Petani Mempunyai Asuransi Kecelakaan Kerja dan Tanaman Padi

Dedi Mulyadi Ingin Petani Mempunyai Asuransi Kecelakaan Kerja dan Tanaman Padi

Calon Wakil Gubernur Jawa Barat dengan nomor urut 4 Dedi Mulyadi memberikan tantangan kepada para petani yang berada di Kabupaten Bekasi untuk adu tanding menyabit padi. Area yang digunakan yaitu sawah du Desa Karang Mekar, Kecamatan Kedung Waringin, Kadupaten Bekasi yang kebetulan sengan panen raya.

Melihat banyaknya padi yang sudah berwarna kuning dan siap untuk di panen, secara langsung Ketua Partai Golkar Jabar itu meminjam Pisau Arit milik petani. Dedi Mulyadi yang sejak kecil sudah kerja bertani itu terlihat seang menyabit padi yang diurus oleh buruh petani sekitar.

Setelah adu cepat melakukan sabit padi, para buruh petani sekitar ini mengungkapkan keluh kesah mereka kepada Dedi Mulyadi. Kebanyakkan dari mereka mengeluh terkait sistem pengajian yang saat sekarang ini menggunakan upah uang. Sementara dulunya itu, mereka mendapatkan upah berdasarkan hasil panen yang didapat.

Jikapun masih ada pemilik lahan yang menggunakan sistem bagi hasil berupa hasil dari panen, jumlahnya sangatlah tidak sesuai. Dari 7 kilogram hasil panen padi yang didapat oleh buruh tani ini, mereka hanya mendapatkan upah 1 kilogram saja.

“Perbandingannya 1:7 pak, namun kebanyakkan membayarnya dengan upah uang. 1:7 itu sudah sangatlah berat.” Keluh Acim(45) salah seorang buruh petani.

Dedi pun ikut prihatin atas kondidsi yang terjadi kepada para buruh tani ini. “Bayangkan saja selama ini para buruh tani, setiap hari menyentuh beras, namun untuk mendapatkannya bagi mereka susah. Ada pola perubahan yang sedikit aneh, buruh tani ini diupah dengan uang bukan dengan hasil panen. Uang memang gampang digunakan, namun mereka juga mengalami kesulitan untuk mendapatkan beras.” Ucapnya

Dedi Mulyadi mempunyai solusi terkait permasalahan yang sedang dialami oleh para buruh tani ini. Menurutnya, para buruh tani ini harus mempunyai asuransi yaitu berupa asuransi kecelakaan kerja dan juga asuransi tanaman padi.

Jika mereka digigit ular ataupun kecelakaan di sawah siapa yang akan mengobati mereka?

” Jika mereka digigit ular ataupun kecelakaan di sawah siapa yang akan mengobati mereka? Jika mereka tidak mempunyai asuransi. Jika padinya tidak diasuransikan darimana buruh petani ini dapat penghasilan jika tanaman mereka mengalami gagal panen. Mereka bisa jatuh miskin untuk kedua kalinya.” Jelasnya

Kesehatan para buruh petani juga menjadi perhatian Dedi Mulyadi. Dedi mengatakan program satu dokter untuk satu desa dapat dijadikan sebagai solusi untuk kesehatan para petani ini.

“Anggarannya bisa kok dari dari dana Provinsi. Jika kurang ya dibantu melalui dana APBD Kabupaten/Kota masing-masing. Kita harus sinergis untuk menjaga keberlangsungan hidup para buruh petani ini.” Tutupnya

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *