Kisah Bule Prancis Buat Kayak Dari Botol Bekas Bersihkan Sungai Citarum

Kisah Bule Prancis Buat Kayak Dari Botol Bekas Bersihkan Sungai Citarum

Gary Bencheghib seorang bule asal Prancis, terlihat gembira saat menjawab pertanyaan para pewawancara yang hadir di Situ Cisanti Bandung. Pemuda yang baru berumur 23 tahun itu menceritakan tentang proses pembuatan film tentang kotornya Sungai Citarum yang tergenang berbagai jenis sampah. Video yang dibuatnya itu viral di media sosial.

Bule yang berasal dari Prancis itu sengaja mendatangi acara ‘Citarum Harum’. Yang digelar di Situ Cisanti, Kecamatan Kertasai, Bandung, Jawa Barat, Kamis(22/2). Gary juga sempat bertemu dengan pak Jokowi di lokasi ini. Bahkan Gary membuat sebuah vlog bersama dengan pak Jokowi.

Gary bersama dengan kakaknya, Sam Bencheghib menginspirasi sebuah gerakan bertemakan Make A Change World. Mereka membuat kayak dari botol-botol plastik bekas yang digunakan untuk mengarungi sungai. Ditahun 2017, mereka berdua merekam kondisi sungai Citarum yang dipenuhi dengan sampah plastik.

“Saya(pernah) menyusuri Sungai Citarum berdua dengan kakak saya. Kami menggunakan perahu yang terbuat dari 300 botol plastik. Kita berjalan mulai dari Majalaya, sampai ke Bekasi, selama dua pekan. Membuat film dan edukasi.” Ucap Gary.

Dia sudah tinggal di Indonesia selama 10 tahun, tepatnya tinggal di Bali. Dia merasa terharu melihat kotornya kondisi sungai yang terbesar di Provinsi Jawa Barat itu. Tragisnya, ucap Gary, Citarum menjadi sungai terkotor di dunia.

Melihat kondisi sungai ini, Gary dan Sam pun membuat film pendek berjudul ‘The Most Polluted River in The World on Plastic Bottles Kayaks’ Tujuannya untuk memperlihatkan kepada publik kondisi kotornya Sungai Citarum.

“Film yang dibagikannya di Facebook itu sangat viral, Penontonnya lebih dari 3 juta orang.” Ucap Gary.

Film ini tercetus saat melihat banyaknya sampah di laut

Dia mengatakan film ini tercetus saat melihat banyaknya sampah di laut. “Semuanya sampah, 90 persen dari sungai. Jika sungai ini bersih, lautnya kan jadi lebih bersih.” tegasnya.

Sejak dua minggu fil m itu dirilis, Gary sudah berjumpa dengan R Sudirman, Direktur Pengelolaan Sampah kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). ” Dia mau membersihkan,” Ucapnya.

Seiring berjalannya waktu, sejak prajurit TNI dari Kodam III Siliwangi diturunkan, sekarang Citarum sudah kelihatan lebih bersih dibandingkan sebelumnya.

Dia mengaku kondisi Citarum saat ini sudah jauh berbeda dibandingkan saat dia memproduksi film pendek. “Saat itu kotor sekali, banyak sampah plastik, juga air limbah dari pabrik berwarna biru hijau dan merah. Kakak saya yang terjatuh mengalami gatal-gatal.” Ucapnya.

Sebelum melakukan perjalanan menyusuri Sungai Citarum, Gary juga pernah menyusuri sunagi Mississippi dan dua sungai lainnya yang berada di Amerika. “Citarum lebih kotor, kita bisa lihat banyaknya sampah dan kotoran limbah. Tingkat kotornya jika dari nilai satu sampai sepuluh, nilainya sepuluh. Saat ini sudah lebih bersih. Jika bisa buat bersih sungai yang kotor di dunia itu sangat berdampak positif. Akan jadi lebih sehat.” Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *