Rita Bupati Nonaktif Kukar Didakwa Terima Uang Sebesar 6 Miliar

Rita Bupati Nonaktif Kukar Didakwa Terima Uang Sebesar 6 Miliar

Rita Widyasari selaku Bupati Nonaktif Kutai Kartanegara didakwa telah menerima uang suap sebesar Rp 6 miliar. Korupsi ini diterimanya dalam proyek pengizinan lokasi perkebunan kelapa sawit. Uang suap ini diterimanya dari Hery Susanto Gun alias Abun selaku direktur utama PT Sawit Golden Prima.

“Rita di masa jabatan periode 2010-2015 menerima hadiah berupa uang dari Direktur Utama PT Sawit Golden Prima. Hery Susanto Gun alias Abun terkait memberikan izin penggunaan lokasi kelapa sawit.” Ucap jaksa KPK saat membacakan dakwaan dalam sidang di. Pengadilan Tipikor Jakarta, di Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, hari Rabu (21/2).

Dalam sidang ini, Rita didakwa bersamaan dengan Khairudin selaku Komisaris PT Media Bangun Bersama (MBB).

Jaksa menambahkan, sebelum Rita dilantik menjadi Bupati Kukar, dirinya sudah mengenal. Hery Susanto yaitu merupakan teman baik dari Syaukani HM, ayah Rita. Hery dikatakan pihak jaksa sudah mengajukan izin untuk menggunakan lokasi perkebunan kelapa sawit yang ada di. Desa Kupang Baru, Kukar, namun mengalami kendala.

“Untuk mempercepat masalah izin, Hery meminta kepada stafnya yang bernama Hanny Kristianto untuk menjalin pendekatan dengan Rita yang saat itu duduk di jabatan Bupati Kukar. Atas permintaan itu, Hanny pun menemui Rita dan meminta izin terkait lokasi perkebunan kelapa sawit oleh Hery Susanto.” Terang Jaksa

Setelah dilantik menjadi Bupati, Jaksa mengatakan Rita kemudian berkomunikasi dengan Kabag Administrasi Pertahanan pada Setdakab Kukar yaitu. Ismed Ade Baramuli dan menyampaikan draf surat keputusan izin penggunaan lokasi perkebunan itu. Akhirnya Ismed memberikan izin penggunaan perkebunan itu dengan luas 16.000 hektare.

“Surat izin ini beserta dengan stempel dari Bupati Kukar kemudian dibawa ke Ismed Ade bersama dengan Hery Susanto dan Timotheus Mangintung.

Menuju ke rumah Rita yang beralamat di Jl Melati Nomor 22 Tenggarong untuk meminta tanda tangannya.” Ucap Jaksa.

Hery mentransfer sebesar Rp 1 Miliar, dan yang kedua kali sebanyak Rp 5 Miliar.

Setelah mendapatkan tanda tangan Rita di surat itu, Hery Susanto kemudian mengirimkan sejumlah uang ke rekening mandiri milik Rita dan dikirim dua kali. Pertama, Hery mentransfer sebesar Rp 1 Miliar, dan yang kedua kali sebanyak Rp 5 Miliar.

Atas perbuatan yang dilakukannya ini, Rita didakwa dengan Pasal 12 huruf b UU nomor 31 tahun 1999 tentang. Tipikor yang diubah menjadi. UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *