Pembunuhan Sadis di Tangerang, Warga Mengatakan Kehidupan Mereka Tertutup

Pembunuhan Sadis di Tangerang, Warga Mengatakan Kehidupan Mereka Tertutup

Warga Tanggerang dihebohkan dengan adanya peristiwa ditemukannya tiga orang dalam keadaan tewas. Ada satu orang lainnya masih hidup dengan sejumlah luka. Peristiwa pembunuhan ini terjadi di Perumahan Taman Kota Permai 2 Blok B 6 RT 05 RW 12 Kelurahan Priuk, Tangerang, Senin (12/2).

Tetangga korban terkejut saat melihat sebelah rumahnya itu banyak petugas dari kepolisian yang sedang memasang garis polisi. Rumah ini di ketahui milik Muktar Effendi, yang lebih sering dikenal Pendi (55).

Pendi merupakan suami dari Emma (40) pasangan ini sudah dikaruniai 2 anak perempuan yaitu Nova (19) dan Tiara (11).

Saat ditemukan Pendi dalam kondisi kritis. Sedangkan istri dan kedua anaknya sudah tergeletak tak bernyawa dan bersimbah darah. Pendi langsung dilarikan ke rumah sakit Sari Asih oleh warga sekitar.

Ada warga yang menceritakan tentang keseharian Pendi dan keluarganya sebelum ada kasus pembunuhan ini. Ternyata mereka adalah keluarga yang jarang bersosialisasi dengan tetangga lainnya di perumahan itu.

Amir seorang petugas keamanan perumahan ini. Mengatakan kegiatan sehari hari Pendi sering mondar mandir membawa barang dagangannya.

Emma, Istrinya juga diketahui mempunyai pribadi yang pendiam dan tertutup. Diketahui Emma dan Pendi merupakan pedagang. Mereka menjual Gamis dan Pakaian Koko di kaki lima daerah Tangerang.

Bahkan, berdasarkan pengakuan dari warga, Anak mereka Nova dan Tiara jarang sekali keluar rumah untuk bermain dengan teman seumuran mereka.

Rohayati, tetangga korban mengatakan bahwa Pendi dan Emma baru saja membangun rumah tangga sekitar 1 tahun. Walau baru satu tahun, Namun mereka sudah memiliki dua anak perempuan.

Siapa yang bakalan sangka, kehidupan rumah tangga mereka tidak berjalan panjang, malah berujung dengan kabar duka.

Kabar mengembirakan, Polrestro Tangerang sudah menemukan titik terang. Meski mereka belum ingin mengemukakan kasus ini secara lebih detail.

“Kemaren sempat gelap untuk mengetahui siapa pelaku sebenarnya. Namun sekarang kami sudah menemukan titik terang.” Ucap Kapolresto Tangerang, Kombes Harry Kurniawan kepada wartawan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *