Penipuan dengan modus investasi

Penipuan dengan modus investasi

Penipuan yang tejadi pada tanggal 28 agustus 2017 di kalimata tersebut berhasil melarikan uang korban hampir 2 miliar rupiah. Penipuan yang terjadi dilakukan dengan cara membuat korban yakin dan memberikan janji-janji manis agar membuat masyarakat tergiurdengan hasil yang diterima.

Penipuan dapat berjalan mulus juga dikarnakan para korban adalah tetangga pelaku. Dan sudah lama mereka kenal dan dekat sehingga kepercayaan akan pelaku sangat besar sehingga semua omongan pelaku dipercayai oleh korban yang tertipu. Plaku berhasil melarikan uang beberapa orang dan bahkan berhasil menipu toko emas yang kehilangan 240 juta.

Penipuan ini sudah dimulai 3 bulan yang lalu dan berhasil melarikan uang korban hingga 2 miliar.  Kecurigaan mulai terlihat ketika korban merasa uang mereka dipakai oleh pelaku karna pelaku akhir-akhir ini membeli banyak perhiasaan dan mobil. Korban yang merasa tertipu menanyakan uang yang mereka investasikan namun pelaku hanya menyuru korban untuk sabar dan akan memberikan hasil jika dana sudah cair.

 

baca juga : Setenga abat yang indah YK bersama Mufiah

 

Beberapa minggu kemudia pelaku sudah tidak terlihat dan uang korban sudah dibawa lari oleh pelaku. Hal tersebut membuat para korban melaporkan hal ini ke pihak kepolisisan dan meminta polisi segerah menangkap korban agardapat meminta pelaku untuk mengembalikan uang mereka. Para korban juga membuat saimbara atau berjanji akan memberikan 50 juta kepada masyarakat yang berhasil menangkap pelaku dan membawa iya ke kantor polisi.

karna jumlah uang yang pelaku bawa lari sebesar 2 miliar rupiah. Uang 2 miliar tersebut iya kumpulkan dari 5 korban yang berhasil iya tipu. Sampai sekarang pelaku belum berhasil di tangkap dan masi menjadi buron. banyak masyarakat yang berusaha mencari tau pelaku agar mendapatkan hadia yang ditawarkan.

pelaku merupakan penjual nasi ayam di kalimantan barat tepatnya pontianak dan memiliki banyak teman dan sangat baik menurut pengakuan masyarakat setempat. Namun pelaku melarikan diri dan meninggalkan rumah beserta barang-barang nya. polisi terus berusaha melacak pelaku dan sudah menyimpan data-data pelaku. Para polisi menduka pergi ke luar kota agar tidak tertangkap dan bisa hidup tenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *