BERBAGAI CERITA TETANG PENGHENTIAN PENCARIAN KORBAN TANH LONGSOR DI PONOROGO

BERBAGAI CERITA TETANG PENGHENTIAN PENCARIAN KORBAN TANH LONGSOR DI PONOROGO

Banyak cerita di balik penghentian pencarian korban tanah longsor di Desa banaran, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo. Mulai dari dukun atau orang yang memiliki kemampuan supranatural, hingga Bupati Ponorogoyang sempat lari menghindari longsor susulan.

“Pencarian korban sudah dihentikan. Penghentian mulai dari 8 hari setelah kejadian,” kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni.

Ipong menugaskan, penghentian itu atas permintaan dan keluarga korban. Di hadapan keluarga korban. Bupati menyampaikan kondisi manusia yang pada umumnya jika sudah terkubur selama dua hari, maka kondisinya sudah tidak utuh lagi.

“Saya sampaikan, kira-kira bapak-ibu sanggup atau tidak menyaksikan kalau ketemu dalam keadaan rusak. Ternyata hampir semuanya mengatakan tidak sanggup. Tapi ada sekitar 10 orang yang masih tetap bilang sanggup untuk melihatnya dan proses pencarian dilakukan. Karena suara tidak bulat. saya beri kesempatan selama 1 sampai 3 hari lagi dilakukan pencarian,” tuturnya.

Ia menceritakan, ada kepercayaan di masyarakat yang membuat mereka dihentikan. Pada hari ketiga pasca kejadian longsor, ada seorang dukun mendatangi dirinya dan meminta agar proses pencarian di hentikan. Agar tidak menimbulkan bencana yang lebih besar lagi.

“Pada hari ketiga atau keempat,(DUkun) datang ke saya, minta agar pencarian dihentikan. Kalau tidak dihentikan, akan menimbulkan bencana lebih besar lagi. Tapi saya tidak mungkin, itu ( saran dari dukun) menjadikan referensi untuk menghentikan proses pencarian. tapi saya masyarakat percaya itu,” ujarnya.

Tapi kata orang yang memil,iki supranatural itu juga dpercaya masyarakat sekitarnya. Ada sekitar 10 orang warga lain yang keluarganya ikut tertimbun longsor, tidak mau proses pencarian korban di hentikan. Namun,. setelah ada kejadian tanah longsor susulan, warga tersebut akhirnya meminta pencarian dihentikan.

Ipong juga mencert=itakan tentang kejadian longsor susulan di lokasi sama. Saat itu, banyak relawan sedang melakukan proses pencarian korban di bagian bawah, termasuk dirinya dan wartawan yang sedang di dekat lokasi. Tiba-tiba longsoran susulan terjadi dan membuat semua orang berlarian mencari tempat ke titik yang aman. Meski, longsoran itu berjalan agak lambat dibanding losngsoran pertama yang lebih cepat pergerakannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *