SUTAN BHATOEGANA MENINGGAL DUNIA

SUTAN BHATOEGANA

Kabar duka datang dari Politik tanah air. Politikus Demokrat Sutan Bhatoegana menghebuskan napas terakhir pagi tadi di Rumah sakit Bogor Medical Center.

Kabar duka inidi dampaikan Kasubag humas Direktorat jenderal Lembaga Permasyarakatan (Ditjen Lapas) kementeriann Hukum dan HAM. Akbar Hadi dalm pesan singkatnya kepada wartawan.

Sutan Bhatoegana lahir di Pematang Siantar 13 September 1957 dia merupakan politikus Partai Demokrat. Dia juga pernah menjadi anggota Komisi VII periode 2009-2014.

Sutan beberapa kali menduduki posisi penting di partai Demokrat. Diantaranya wakil sekretaris jenderal dan ketua Departemen Perekonomian DPP Partai Demokrat.  Sebelum masuk keduania politik Sultan aktif di beberapa oraganisasi sejak masa mudanya.

Atas wafat nya sutan Keluarga meminta semua pihak untuk membukakan pintu maaf atas kesalahannya. “Mohon maaf jika almarhum memiliki kesalahan-kesalahan baik di sengaja maupun yang tidak sengaja.

Setelah Rudi Rubiandini ditetapkan sebagai tersangka kasus suap SKK Migas, nama Sutan Bhatoegana semakin mencuat. Sutan dikabarkan meminta sejumlah uang kepada Rudi dengan alasan sebagai Tunjangan Hari Raya (THR).

SUTAN BHATOEGANA

Nama Sutan juga muncul dalam BAP Rudi dan berulang kali disebut di persidangan. Akhirnya pada 14 Mei 2014, Sutan resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pada 19 Agustus 2015, Sutan Bhatoegana divonis 10 tahun penjara dalam kasus gratifikasi dalam penetapan Anggaran Pendapatan dan Belanja. Negara Perubahan (APBN-P) Kementerian ESDM di Komisi VII DPR RI oleh pengadilan Tindak Pidana Korupsi.

Pengadilan menyatakan Sutan terbukti menerima uang secara tidak langsung senilai US$ 140.000 dari Waryono Karno dan US$ 200.000.

Dari Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi Rudi Rubiandini. Serta bangunan seluas 1.194,38 meter persegi dari Saleh Abdul Malik selaku Komisaris PT Sam Mitra Mandiri.

Ia terbukti bersalah melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor.

Pengadilan Tipikor menghukum Sutan dengan pidana 10 tahun atau lebih rendah dari tuntutan jaksa, yaitu 11 tahun penjara.

Hukuman itu dikuatkan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta pada Desember 2015. Namun, hukumannya diperberat oleh Mahkamah Agung menjadi 12 tahun penjara.

SILAKAN DIBACA : KOMITMEN PRABOWO UNTUK JOKOWI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *